Rapat Pansus, Bahas Ranperda OPD terkait Penggabungan BKPM dan PTSP

Rapat Pansus, Bahas Ranperda OPD terkait Penggabungan BKPM dan PTSP
Posted by:

Manado – Panitia Khusus (Pansus) Organisasi Perangkat Daerah (OPD),gelar rapat untuk membahas kelanjutan dari Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) OPD, Senin (16/5/2016).

Dalam rapat yang diketuai oleh Rita Lamusu Manoppo terungkap penggabungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ternyata sudah diberlakukan, tetapi Perdanya belum ditetapkan.

” Ternyata dari pansus sendiri ada informasi bahwa itu sebelum ditetapkannya perda sudah diberlakukan,” ungkap Lamusu.

Usai rapat Lamusu yang diwawancarai oleh sejumlah wartawan juga menjelaskan memang ada batas yang disepakati oleh anggota pansus, namun karena revisi PP 41 belum juga selesai, maka pansus akan kembali mengkonsultasikan hal itu dengan Kemendagri.

“Memang ada batas waktu yang kita sepakati bersama. Istilahnya di rapat pansus yang lalu-lalu disepakati bahwa sampai dengan desember revisi PP 41 akan menunggu, namun jawaban dari kemendagri sejak oktober terbentuknya pansus jawaban desember revisi PP 41 akan clear, ternyata sampai dengan batas waktu desember belum juga, sementara keputusan pansus OPD kan menunggu revisi PP 41 selesai, karena itu menjadi dasar dalam hal menyangkut pembahasan pasal demi pasal,” terang Lamusu yang juga anggota komisi IV.

Ditambahkan Lamusu, masih terkait hal itu dalam rapat terpisah bersama pimpinan telah disampaikan kepada Pimpinan DPRD beserta ketua Baleg bahwa pansus tidak bisa menetapkan perda ini secara politis karena tentunya ada aturan yang mengatur hal tersebut.

“Kemarin kita rapatkan bersama dan disitu kita sepakat biarlah kita membahas dan mengacu pada aturan yang lama, dan kita akan panggil biro hukum, PTSP kita panggil, BKPM untuk rapat kembali. Supaya kita tahu keputusan apa yang mereka pakai untuk memberi ijin-ijin yang selama ini berjalan,” kuncinya

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below