Sabtu, 12 September 2020
83

"Marijo Ba Kobong", Wagub Kandouw Panen Jagung dan Padi di Minahasa

“Marijo Ba Kobong” yang digiatkan di tengah pandemi ini merupakan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang secara terus menerus dilakukan. Seperti saat ini, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw menghadiri panen raya jagung hibrida varietas JH37 berbasis korporasi petani di Desa Leleko, Kecamatan Remboken. Dilanjutkan dengan panen padi dan penyaluran bantuan benih padi kepada petani di Desa Tempok, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (11/9/2020).

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk kalangan petani di Sulut dan demi mewujudkan Sulut yang mantap dalam hal ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Sulut.

“Tentunya kami tak henti-hentinya memberi apresiasi kepada Kementan RI, yang benar-benar memperhatikan daerah kami. Karena kegiatan Kementan RI diarahkan, difokuskan dan dilaksanakan serta diberikan ke Sulawesi Utara,” kata Kandouw.

Mengingat pentingnya sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19, Wagub meminta jajaran pemerintah kabupaten/kota di Sulut agar tidak menggeser anggaran pertanian untuk refocusing anggaran.

“Jadi imbauan saya jangan mengurangi anggaran untuk pembibitan. Karena petani sangat membutuhkan apalagi di era pendemi saat ini. Untuk itu saya mendorong kepada masyarakat untuk terjun ke petani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujarnya.

Sambutan wagub diakhiri dengan mengajak seluruh masyarakat Sulut agar dapat memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan tanaman pangan produktif.

“Warga harus memanfaatkan lahan atau kebun untuk menanam tanaman yang bermanfaat. Dan ini akan sangat bermanfaat untuk ketahanan pangan maupun perekonomian di masa Pandemi Covid-19 saat ini,” pungkasnya. (Dkips/ik)