Senin, 22 Februari 2021
396

Memasuki Tahap Vaksinasi II, Pemprov. Sulut Ikuti secara Virtual Rakor Rutin Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov. Sulut) diwakili Juru bicara Satgas Covid-19 Prov. Sulut dr. Steven Dandel mengikuti kegiatan rapat koordinasi terkait monitoring pelaksanaan vaksinasi covid-19 secara virtual di ruang Command Center, kantor Gubernur Sulut, Senin (22-2-2021).

Dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap minggunya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan perkembangan vaksinasi covid-19. Data per tanggal 22 Februari 2021, sasaran lansia dan petugas publik, jauh lebih besar dari pada sasaran SDM kesehatan. Kapasitas vaksinasi harian saat ini mencapai 120.380 per hari.

Menkes Budi juga menjelaskan bahwa kekebalan tubuh itu akan timbul 28 hari setelah vaksinasi ke dua.

“Indonesia memasuki vaksinasi tahap II (dua), petugas publik dan lansia akan mendapatkan prioritas vaksinasi. Periode vaksinasi dari Januari sampai April 2021, vaksinasi dilakukan untuk tenaga kesehatan tersebar di 34 provinsi berjumlah 1,46jt, petugas publik 16,9jt, lansia 21,5jt,” ujarnya.

Selain itu juga, distribusi vaksin tahap II sudah dimulai, pada bulan Januari 3jt dosis sinovac, Februari 7jt dosis vaksin biofarma, Maret 11 juta dosis vaksin biofarma; 4,6jt dosis vaksin astra zeneca dan 4,7jt dosis vaksin produksi biofarma sudah didistribusikan ke seluruh provinsi. Sisa 2,3jt dosis akan menyusul kedepan dan pengiriman dapat dilakukan 1 minggu lebih cepat dari rencana awal.

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian juga menjelaskan "plan of action" (rencana aksi) distribusi dan vaksinasi serta cara untuk mencapai vaksinasi secara aman dengan target 1jt injeksi vaksin perhari agar bisa selesai tepat waktu.

Selanjutnya Mendagri Tito membahas tentang pemanfaatan tempat-tempat umum seperti gedung serba guna desa, balai pertemuan, fasilitas TNI, fasilitas Polri, serta GOR stadion untuk tempat vaksinasi massal.

Mendagri Tito Juga membahas mengenai pengaturan waktu, tempat dan jarak pada saat pelaksanaan vaksinasi agar tidak terjadi kerumunan dan memudahkan tenaga medis untuk memberikan pelayanan.

"Vaksinasi mobile yang dapat menjangkau hingga ke desa, kampung terkecil yang kesulitan untuk dapat mencapai fasilitas vaksinasi," pungkasnya.

Rapat tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia. (Dkips/ik)