Rabu, 21 April 2021
123

Pimpin Apel Bersama, Gubernur Olly : Sulut Siap Dalam Penanganan Bencana

Manado - Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana saat ini harus menjadi langkah preventif dari seluruh pihak dalam upaya antisipasi bencana di Sulawesi Utara. Kerjasama yang baik dari pemerintah, stakeholder terkait hingga masyarakat sangatlah diperlukan.

"Saat ini paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari responsif menjadi preventif yang telah diatur dalam Undang-Undang," ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang digelar di Lapangan KONI Sario, Kota Manado, Rabu (21/4/2021).

Dalam kesempatannya menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam apel bersama tersebut, Gubernur Olly menyampaikan bahwa tujuan dari digelarnya kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, stakeholder terkait hingga seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

Terkait data dan fakta yang menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Utara merupakan daerah yang wilayahnya rentan terhadap bencana alam, Gubernur mengharapkan adanya adanya kerjasama yang baik dari semua pihak.

Dihimpun dari data Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Bumi Nyiur Melambai masuk dalam kategori beresiko tinggi karena terdapat banyak potensi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, hingga gelombang laut tinggi.

"Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik itu para akademisi, pelaku usaha maupun media massa untuk terus bersama-sama kami pemerintah daerah dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana di Sulawesi Utara," ujar Gubernur Olly.

"Agar kedepannya nanti kita bisa bahu-membahu dalam meminimalisir resiko maupun dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam,” sambungnya.

Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan bahwa dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Surigae dapat meyebabkan angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi,yang bahkan bisa disertai dengan petir. Hal ini tentunya dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang bahkan puting beliung.

“Untuk itu, mari kita terus jalin koordinasi dan komunikasi efektif serta efisien guna menciptakan respon cepat dan keterpaduan dalam penanganan bencana, sehingga potensi maupun dampak dari bencana yang berpotensi dapat kita minimalisir,” pungkas Gubernur.

Usai memimpin apel, Gubernur Olly melakukan peninjauan kesiapan dari para personel serta alat dan kendaraan yang ada dilapangan, guna memaksimalkan kesiapan Pemprov Sulut maupun unsur terkait dalam upaya pencegahan serta penanganan bencana.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, jajaran Forkopimda Sulut, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat terkait lingkup Pemprov Sulut, serta diikuti oleh personel dari TNI/Polri, Basarnas, PMI serta Orari. (dkips/ik).