Jumat, 16 Oktober 2020
48

Pjs. Gubernur sebagai Narsum Seminar Pancasila di IPDN Kampus Sulut

Pjs. Gubernur Sulut Dr. Drs. Agus Fatoni M.Si menghadiri undangan SMKP IPDN untuk memberi materi dalam rangka Seminar Pancasila dengan mengusung tema "Ancaman Zaman Silih Berganti, Pancasila Takkan Terganti” di RRU IPDN Kampus Sulut, Tampusu Minahasa, Jumat (16/10/2020).

Di kesempatan ini, Fatoni menyampaikan bagaimana Pancasila dijadikan sebagai dasar dan idiologi serta pegangan hidup.

Ia mengingatkan agar setiap insan harus mengetahui benar sejarah Pancasila dan makna yang terkandung di dalamnya.

"Saya berharap adik-adik Praja IPDN harus benar-benar menjalankan kehidupan berdasarkan Pancasila," ucap Fatoni.

Dan juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, organisasi dan elemen masyarakat dapat berdialog dengan baik terkait Omnibus Law.

"Kita bisa menyaksikan ada begitu banyak gejolak akibat dari UU Cipta Kerja tapi kita bersyukur seluruh lapisan masyarakat mampu mengendalikan diri, melakukan dialog yang baik dengan Pemerintah. Saya sangat apresiasi untuk hal itu".

Lanjut Fatoni, bagaimana Pancasila bisa disosialisasikan agar Pancasila ini betul-betul menjadi Dasar Negara kita dan menjadi Pegangan Hidup kita, ada 3 hal yang perlu dilakukan yaitu meyakini kebenarannya; mempelajari, memahami dan mengerti serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pjs. Gubernur berpesan agar setiap informasi harus dicek dan ricek juga cros cek karena bahaya Informasi yg keliru, atau bisa saja Hoax.

Usai seminar Pancasila dilanjutkan dengan kegiatan pengarahan umum oleh Pjs. Gubernur kepada Civitas Akademika IPDN. Diawali dengan Laporan Direktur IPDN Kampus Sulut Noudy R.P Tendean.

IPDN Kampus Sulut memiliki 45 orang Pengasuh (langsung & tidak langsung), 14 orang Dosen (tetap dan pusat) dan 334 orang Praja.

Dan pengarahan umum yang disampaikan oleh Pjs Gubernur adalah memotivasi adik- adik Praja untuk dapat menjadi yang terbaik dalam berbagai hal. Dan menjadi orang baik, yang mempunyai kecerdasan emosional, sosial, spiritual, etika dan moral.

"Marilah kita menjadi pribadi yang terbaik. Dan menjadi orang yang baik. Itu adalah kunci kesuksesan," pungkas Fatoni. (Dkips/ik)