Kamis, 21 Januari 2021
84

Sekdaprov Silangen Ikuti Rilis Data SP dan Administrasi Kependudukan 2020

Manado- Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) mengikuti kegiatan Webinar Rilis Bersama Data Sensus Penduduk (SP) 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020 Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia melalui video conference dari ruang kerjanya, di Kantor Gubernur, Kamis (21-01-2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dan disiarkan secara langsung dari Hotel Borobudur Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Muhammad Hudori menjelaskan berdasarkan hasil sensus pada Semester II kemarin, jumlah penduduk mencapai 271.349.889 jiwa. Dimana komposisi penduduk paling banyak adalah wanita sebanyak 137.119.901, sementara pria 134.229.988 jiwa.

Dalam kesempatan itu, Hudori menyampaikan jumlah Kartu Keluarga yang tercatat adalah sebanyak 86.437.053.

"Berdasarkan data kependudukan Semester II 2020, penduduk yang berusia lebih dari 100 - 115 tahun berjumlah 17.463 jiwa, dan semua sudah memiliki KTP-elektronik (KTP El)," ujar Hadori.

Terkait jumlah penduduk per pulau, Hudori menyampaikan bahwa paling banyak masih berada di Jawa 55,94%; Sumatera 21,73%; Sulawesi 7,43%; Kalimantan 6,13%; Bali & Nusa Tenggara 5,57%; Papua 2,02%; dan Maluku 1,17%.

Kemudian Hudori menyampaikan terkait jumlah perekaman KTP El tahun 2020.

"Jumlah perekaman KTP elektronik pada tahun 2020 sebanyak 194.649,012 atau sekitar 99,11% dari total wajib KTP. Berarti masih ada 1.745.964 jiwa yang belum terekam," ungkapnya.

"Tahun 2021 wajib KTP El sebanyak 200.426.767 jiwa. Target perekaman berjumlah 5.777.755 jiwa, yang terdiri dari sisa wajib KTP di tahun 2020, dan wajib KTP pemula 4.031.791 jiwa yang berumur 17 sampai akhir 2021. Sehingga presentasi perekaman menjadi 97,12%," jelasnya.

Selanjutnya Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa berdasarkan Sensus penduduk yang dilakukan pada tahun lalu, tercatat total jumlah penduduk Indonesia di 2020 mencapai 270.203.917 jiwa.

Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi jumlah penduduk pada sensus terakhir pada 2010, sekitar 237,63 juta jiwa.

"Selama 2010-2020 rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25 persen per tahun. Laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi faktor kelahiran, kematian dan migrasi," ucap Suhariyanto.

Suhariyanto mengakui data BPS ini relatif berbeda jika dibandingkan dengan data kependudukan semester II 2020 milik Kemendagri yang berjumlah 271.349.889 atau 271,34 juta jiwa.

Soal perbedaan ini, Suhariyanto menjelaskan karena data BPS diambil per September 2020 sementara Kemendagri per Desember 2020.
Alhasil, selama jeda waktu itu, terdapat pertumbuhan 0,14 persen penduduk sehingga jumlahnya sedikit berbeda.

Meski demikian, Suhariyanto memastikan bahwa kedua data ini sudah selaras karena BPS dan Kemendagri telah mensikronisasinya.

"Data sensus dan data penduduk sekarang sudah menyatu," tandasnya. (Dkips/ik)