Jumat, 03 Desember 2021
138

Wagub Steven Kukuhkan Pengurus Provinsi PGRI Sulut Masa Bakti XXII Tahun 2021-2024

 


Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengukuhkan Pengurus Provinsi Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Sulut Masa Bakti XXII Tahun 2021-2024 di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Jumat (3/11/2021).

Dalam sambutannya, Wagub Steven mengungkapkan bahwa guru menjadi pilar penting pembangunan bangsa dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat untuk tahun 2022 terkait pengembangan SDM, yang di dalamnya terdapat sejumlah aspek antara lain yakni pendidikan inklusif.

“Ini tujuannya agar semua anak negeri mendapatkan pendidikan yang sama. Selanjutnya tematik, karena mulai tahun depan dianakemaskan pendidikan vokasi. Terakhir, pemerintah mengedepankan pendidikan yang local content dan local wisdom,”

Wagub kemudian menyebut bahwa situasi pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam pemerintah menjalankan pelayanan di sektor pendidikan.

“Siapa yang menjamin anak-anak kita punya akses belajar daring, siapa yang menjamin anak-anak bisa punya gadget?” kata Wagub

“Ini gambaran bagaimana tugas para stakeholder pendidikan jadi semakin banyak. Saya minta kepada pengurus PGRI tolong dicermati baik-baik masalah ini. Anak-anak kita jangan sampai ada lost generation,” ujarnya.

Selanjutnya, Wagub meminta kepada pengurus yang baru dikukuhkan untuk terus membangun PGRI, dengan duduk bersama menciptakan kekompakan dan sinergitas.

“PGRI ini lintas kabupaten kota. Jadi selain pemerintah daerah, PGRI punya potensi dalam menjembatani program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota terkait SDM menuju Indonesia Hebat,” terangnya.

Wagub menegaskan bahwa setiap unsur stakeholder pendidikan tidak boleh terpaku dengan polarisasi geopolitik dalam mengurus pendidikan generasi muda bangsa.

“Contohnya terkait rekruitmen guru, janganlah kita melihat perbedaan warna. Yang kita lihat itu berdasarkan kapabilitas, kepangkatan dan kemampuan,” cetusnya.

“PGRI Saya minta untuk tidak terlibat hal-hal semacam ini, jangan jadi alat untuk lobi-lobi. Mindset kita harus sama, dalam pendidikan tidak ada tawar menawar,” tambahnya.

Terakhir, kepada seluruh pengurus PGRI yang terdiri dari para tenaga pengajar perguruan tinggi serta guru SD, SMP dan SMA/SMK tersebut, Wagub meminta untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab sebagaimana tugas yang telah diamanatkan demi terciptanya pendidikan Sulut yang lebih maju dan lebih hebat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekdaprov Sulut Gamy Kawatu, Rektor Unima Deitje Adolfien Katuuk, Ketua PGRI Sulut Star Jovial Wowor, Sekretaris Umum PGRI Sulut Rijan Tolemo dan jajaran pengurus PGRI Sulut. (dkips/ik).